Mungkin Ayah/bunda selama ini melihat kecerdasan anak berdasarkan ranking, tapi
taukah selama ini ada yang berpendapat bahwa hal tersebut adalah keliru, ada
ilmu dan tips yang tepat mendeteksi kecerdasan ana lewat nilai rapor yang ada
perhitungannya.
Salah satu akun facebook membagikan ilmunya untuk para orang
tua, supaya bisa melihat potensi yang dimiliki anak ayah/bunda.
Pasti ayah/bunda
juga sering melihat rapor anak seusai pembagian, tapi kadang hanya melihatnya
saja, atau jika dapat ranking ya sudah dibiarkan saja.
Padahal mengetahui
kemampuan, kecerdasaan, potensi anak sangat penting juga, karena bisa
dikembangkan dan didukung agar lebih maju dan lebih sukses nantinya.
Akhir
bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri kita.
Saya ikut
bahagia di hari yang penuh ceria ini , dan ijinkan saya berbagi tips buat bapak
ibu semua. Tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda.
Namun jika perspektifnya sama, alhamdulillah. Yang utama semoga bermanfaat untuk
kita semua.
Raport adalah *Progress Report Pembelajaran* laporan perkembangan
ananda selama satu semester dalam menempuh seperangkat materi pelajaran dan
*BUKAN hasil akhir* Oleh karenanya saat menerima raport lakukan hal2 berikut :
1. *Tutup raport* terlebih dulu ! Tanyakan kpd ananda Pelajaran apa yg ia sukai
dan siapakah guru yg ia sukai. Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam
raport. Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yg kemudian mengarahkan
kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya untuk memperoleh nilai2 belajar.
2. *Buka raport.* Fokus kepada nilai TERTINGGI yg ada di raport. Coba cek adakah
signifikansi dg pelajaran yg diminati anak dan guru nya yg dia sukai. Sekali
lagi........ *FOKUS lah kepada NILAI TERTINGGI* karena disitulah *KELEBIHAN*
ananda. Itulah Anugerah terindah dari Tuhan Alloh yg diberikan. Terima dan
Syukuri ! Berikan senyuman dan ucapan dg kalimat yg berisi pujian, apresiasi dan
penghargaan dg tulus kpd ananda atas prestasinya.
3. *Perhatikan nilai nilai yg
tertinggi dan nilai nilai pelajaran yg rendah.* Perhatikan pembagian secara
sederhana untuk memudahkan memetakan Oka (otak kanan) dan Oki (otak kiri)
kelompok pelajaran *otak kiri* (matematika, IPA/sains, fisika, kimia, biologi,
teknik dll) *Otak Kanan* ( bahasa, seni, IPS,) Jika Ananda dominannya di Oki
maka arahkan nantinya ke jurusan sesuai bidang Otak kiri. Demikian sebaliknya.
Raport Ini juga bermanfaat u deteksi kecerdasan sekaligus penjurusan !!! Jangan
sekali kali memaksakan anak yg dominan di pelajaran otak kanan, misalnya, untuk
kuliah / sekolah menengah di jurusan golongan otak kiri semisal Matematika, IPA
, kedokteran, teknik dll .Kursus online terbaik Selain kasihan kepada anak,
karena menjadi beban, juga kecerdasan anak memang bukan disitu,akhirnya
hasilnya/prestasiny menjadi kurang maksimal.
4. *Tanyakan kepada ananda, nilai
pelajaran apa yg rendah, mengapa bisa terjadi dan bagaimana solusinya untuk
selanjutnya !* Ini sekaligus berguna bagi penguatan fondasi jiwa dan mental
anak. Melatih anak agar ia menerima diri apa adanya. Memaafkan diri dan ikhlas
atas kekurangan kita sbg hamba Alloh yg lemah, kurang, sehingga memotivasi diri
untuk memperbaiki. Kecerdasan spiritual (SQ) dan keimanan yg kokoh dibangun dg
melihat diri bahwa manusia memiliki sekian banyak KELEBIHAN sekaligus
KELEMAHANNYA...! Maka latihlah ananda untuk belajar menerima diri apa adanya. 5.
*Jangan sekali kali MEMBANDING BANDINGKAN dg anak lain!* Karena anak anda adalah
unik, berbeda dan HANYA SATU DI DUNIA tidak ada duanya. Alloh sdh memberi Fitroh
terbaik ! bakat, minat, kecerdasan, modalitas belajar dan potensi yg khas yg
berbeda dg anak lain. So Jangan dibandingkan !!! Karena putra putri Anda Tidak
ada bandinganya. Tulisan dari sahabat berikut ini juga layak untuk diperhatikan
:
1. BERHENTILAH anda memamerkan ranking puta-putri anda! Yang TERPENTING dari
Pendidikan itu BUKAN ranking. Hakekat dari pendidikan itu adalah menjadikan anak
anda: mencintai aktivitas membaca untuk mencari pengetahuan bisa berpikir logis
tahu nilai-2 benar & salah mampu mengembangkan bakatnya, dan punya semangat
juang untuk mewujudkan apa yang dia inginkan secara disiplin & konsisten
2.
BERHENTILAH anda menjadikan ranking putra-putri sebagai kunci dari keberhasilan
! Ketika kita menjadikan ranking sebagai bukti keberhasilan pada anak kita,
dampak terbesar adalah pada titik itulah kita berfokus. Kenyataannya TIDAK !!
Saat anak anda mencintai membaca maka mereka menguasai banyak pengetahuan, tidak
peduli apakah mereka punya ranking baik atau buruk. Saat anak anda bisa bepikir
logis maka mereka akan mampu membangun visi dan impian mereka. Visi dan impian
mereka itu tidak bisa dinilai per semester atau per semester untuk
diperbandingkan antara anak satu dengan anak lainnya. Saat anak anda tahu mana
nilai yang benar dan mana yang salah maka mereka akan punya integritas Saat
mereka mengenal bakat mereka yang sesungguhnya maka mereka akan mampu
menghasilkan karya dan dedikasi yang terbaik Saat anak anda punya semangat juang
maka itulah kunci sejatinya kesuksesan hidup. Dan ini semua tidak bisa
diranking. Jika anda fokus pada ranking maka anda akan kehilangan nilai-nilai
yang hakiki dalam pendidikan. Kalau anda harus kompromi dengan sistem pendidikan
sekolah maka “kompromi” anda adalah, usahakan anak anda SELALU naik kelas dan
bergairah menjalani aktivitas sekolahnya.Kursus online terbaik Terakhir, Maknai
nilai raport anak anda *HANYA* sebagai *SALAH SATU* indikator untuk tahu mana
titik lemahnya, mana titik unggul ...
Semoga dg raportan yg bapak ibu terima,
semakin memotivasi untuk tumbuh kembangnya potensi dan kecerdasan serta bakat
minat ananda ! Raportan bukan Raport Amal Baik dan Buruk Hari Akhir, bukan!!!
Buku Raport ananda bukan catatan amal baik dan buruk hari akhir nanti, yg tidak
bisa diperbaiki. Raport bukan hasil akhir, ia adalah catatan hasil belajar
ananda yg masih bisa dievaluasi dan diperbaiki!








Tidak ada komentar:
Posting Komentar